Akhir2 ini media sosial diramaikan dengan statement kang emil tentang majunya beliau dalam pilgub jabar tahun depan.
Juga roadshow2 kang emik ke berbagai daerah, serta rencana deklarasi kang emil sbg cagub oleh partai nasdem.
Kang emil juga digadang2 akan maju melalui pdip yang dipasangkan dengan TB Hasanuddin dari PDIP.
Tentu kondisi ini semakin menghangatkan konstelasi menjelang pilgub yang mana menurut salah satu survey, kang emil sebagai calon yang sangat potensial dengan elektabilutas tertinggi.
Sah sah saja kang emil berkehendak maju pilgub tahun depan, apalagi yang selama hampir empat tahun belakangan ini, didampingi wakilnya Oded dinilai telah berhasil mengubah wajah kota bandung dan meraup banyak penghargaan dan apresiasi
Permasalahan muncul ketika Relawan Kota Bandung yabg lebih dikenal dengan RKBDG mengadakan jumpa pers dan menyarankan kang emil untuk menuntaskan kerja selama dua periode. Apalagi RKBDG menilai masih banyak janji kampanye yang belum sempat ditunaikan oleh Kang Emil.
Kang Emil lantas merespon statement RKBDG ini dalam sebuah statement yang dimuat dalam sebuah laman berita nasional.
Beliau menyatakan bahwa RKBDG menyerahkan keputusan kepada Kang Emil dengan syarat kl lanjut dua periode meminta supaya wakilnya ke depan memilih orang yang bs mengimbangi kapasitas kang emil. Atau kalau tetap mau maju ke jabar, menyiapkan pengganti yg tdk jauh kapasitasnya dengan kang emil.
Permintaan relawan itu jelas hanya kang emil saja yg bisa memverifikasinya. Dan dalam statement RKBDG dlm jumpa pers lalu tidak ada permintaan spt itu.
Statement kang emil ini jelas bisa dibaca beliau meremehkan kapasitas wakilnya Oded MD yang selama ini mendampinginya.
Kalaupun iya, maka sangat tidak etis kang emil membuka permintaan relawan tsb ke publik dan media. Ini sangat menyakiti para pendukung kang emil di pilwalkot lalu.
Kami sebagai keluarga besar gema keadilan yang berjuang bersama memenangkan kang emil dan mang oded pada pilwalkot 2013 sangat menyayangkan statement kang emil yang meremehkan posisi dan kontribusi mang oded sbg wakil walikota.
Apalagi dulu kang emil sempat menganggap mang oded sebagai guru yang sangat dihormati.
Apakah karena sekarang kang emil banyak digadang2 oleh partai2 besar dan memuncaki survey pra pilkada jabar lantas bersikap tidak etis dan tidak menghormati wakilnya selama ini?
Mudah2an kang emil segera menyadari kesalahannya ini.
Kosambi City, 16 Maret 2017
Tidak ada komentar:
Posting Komentar