Jumat, 17 Maret 2017

Menakar Peluang Bersatunya Emil dan PKS

Pilgub Jabar 2018 menjadi momen pertaruhan PKS. Betapa tidak, setelah 2 periode memimpin jabar, pks tidak boleh kehilangan jabar untuk periode ketiga.

Upaya penjaringanpun dilakukan jauh2 hari. Katanya ada 5 besar calon yang terjaring. Tiga dari internal dan dua eksternal.

Kabarnya dua dari eksternal itu adalah deddy mizwar dan ridwan kamil. Untuk yang internal nampaknya tidak akan jauh dari nama istri aher, Netty Prasetyani.

Menurut survey indo riset konsultan ada dua kader pks yang muncul di survey, Netty Prasetyani dan Haris Yuliana. Dan memang dua orang ini yang ramai jadi perbincangan akhir2 ini. Meskipun dengan tingkat elektabilitas yang belum memenuhi harapan.

Sedangkan dua eksternal yang didekati oleh pks, Emil dan deddy mizwar memiliki elektabilitas yang menggiurkan yakni masing2 dengan 36 persen dan 29 persen. 

Jelas ini begitu menarik bagi pks. Kalaupun berat memasang kader sebagai jabar 1, maka suatu yang sangat rasional kalau memasangkan tokoh eksternal sebagai jabar 1 dan didampingi oleh kader pks sendiri sebagai calon jabar 2. Ini mungkin sudah jadi kalkulasi politik oleh para petinggi pks.

Yang jadi cukup rumit bagi pks adalah memilih salah satu dari Emil atau Deddy Mizwar. Keduanya dikenal cukup dekat dengan pks.

Deddy mizwar dianggap menjadi kartu as ketika dipasangkan dengan ahmad heryawan di pilgub 2013 dan menyudah perlawanan sengit dari pdip dan golkar dengan calonnya masing2. Sedangkan Emil mampu menaklukkan kota bandung bersama Oded MD ketika diusung pks dan gerindra. Yang mana pada pilwalkot 2009, PKS sangat kesulitan menaklukkan hegemoni Dada Rosada.

Kalau PKS mengambil Ridwan Kamil, maka otomatis harus menyisihkan Deddy Mizwar. Begitupula sebaliknya, ketika mengambil Deddy Mizwar maka otomatis menyingkirkan Emil. Peluang menduetkan keduanya nyaris tipis karena PKS harus menempatkan satu wakilnya di antara duet tersebut sebagaimana disebut di awal. PKS tidak mau melepas begitu saja sebagaimana di Jakarta dan Banten.

Disebut2 pks akan menchallange terlebih dahulu dua pasangan eksternal dan internal. Emil dipasangkan dengan Netty dan Deddy Mizwar dipasangkan dengan Haris Yuliana. Haris Yuliana yang sekarang menjabat sebagai wakil ketua dprd banyak mendapat dukungan dari kalangan internal dan eksternal. Dan disebut cukup bisa menyaingi popularitas Netty di kalangan kader.

Sementara itu, peristiwa baru yang terjadi antara Emil dan PKS tentang statemen relawan kota bandung yang dikutip emil sangat menggoncang psikokogis kader PKS. Banyak diantaranya yang menyayangkan dan menyesalkan. Meskipun kavar terbaru Emil sdh memberikan klarifikasi di kantor pks kota Bandung, respon para kader tersebut tidak banyak berubah. Apalagi katanya minggu besok emil akan dideklarasikan oleh nasdem sebagai calon gubernur, dan nasdem akan mengajak pdip untuk ikut bergabung. Maka, secara psikologis ini akan menjauhkan emil dengan basis pks yang mengusungnya di 2013.

Bukan tanpa alasan, Emil menerima dukungan deklarasi dr nasdem. Karena sebagaimana yang dikatakan emil sendiri, dia tidak mau geer dengan menunggu dukungan dr kelompok tertentu. Maka pilihannya menerima nasdem, salah satu langkah yang cukup rasional.

Apalagi nasdem berjanji untuk menarik pdip ikut bergabung, dan digadang2 akan dpasangkan dengan TB Hasanuddin Ketua DPD PDIP Jawa Barat.

Lantas bagaimana kedekatan Emil dengan PKS? Secara langkah politik, peluangnya cukup mengecil. Dan tampaknya PKS semakin dekat dengan Deddy Mizwar. Tapi sebelum janur melengkung, apapun bisa terjadi. Dan PR PKS selanjutnya adalah memilih satu kader internal yang akan dibawa ke Pilgub Jabar. Apakah akan memilih Netty Prasetyani atau beralih ke Haris Yuliana. Let see together. 

Bumi Pewayangan, 18 Maret 2017

Kamis, 16 Maret 2017

Kang Emil dalam Pusaran Pilgub Jabar

Akhir2 ini media sosial diramaikan dengan statement kang emil tentang majunya beliau dalam pilgub jabar tahun depan.

Juga roadshow2 kang emik ke berbagai daerah, serta rencana deklarasi kang emil sbg cagub oleh partai nasdem.

Kang emil juga digadang2 akan maju melalui pdip yang dipasangkan dengan TB Hasanuddin dari PDIP.

Tentu kondisi ini semakin menghangatkan konstelasi menjelang pilgub yang mana menurut salah satu survey, kang emil sebagai calon yang sangat potensial dengan elektabilutas tertinggi.

Sah sah saja kang emil berkehendak maju pilgub tahun depan, apalagi yang selama hampir empat tahun belakangan ini, didampingi wakilnya Oded dinilai telah berhasil mengubah wajah kota bandung dan meraup banyak penghargaan dan apresiasi

Permasalahan muncul ketika Relawan Kota Bandung yabg lebih dikenal dengan RKBDG mengadakan jumpa pers dan menyarankan kang emil untuk menuntaskan kerja selama dua periode. Apalagi RKBDG menilai masih banyak janji kampanye yang belum sempat ditunaikan oleh Kang Emil.

Kang Emil lantas merespon statement RKBDG ini dalam sebuah statement yang dimuat dalam sebuah laman berita nasional.

Beliau menyatakan bahwa RKBDG menyerahkan keputusan kepada Kang Emil dengan syarat kl lanjut dua periode meminta supaya wakilnya ke depan memilih orang yang bs mengimbangi kapasitas kang emil. Atau kalau tetap mau maju ke jabar, menyiapkan pengganti yg tdk jauh kapasitasnya dengan kang emil.

Permintaan relawan itu jelas hanya kang emil saja yg bisa memverifikasinya. Dan dalam statement RKBDG dlm jumpa pers lalu tidak ada permintaan spt itu.

Statement kang emil ini jelas bisa dibaca beliau meremehkan kapasitas wakilnya Oded MD yang selama ini mendampinginya.

Kalaupun iya, maka sangat tidak etis kang emil membuka permintaan relawan tsb ke publik dan media. Ini sangat menyakiti para pendukung kang emil di pilwalkot lalu.

Kami sebagai keluarga besar gema keadilan yang berjuang bersama memenangkan kang emil dan mang oded pada pilwalkot 2013 sangat menyayangkan statement kang emil yang meremehkan posisi dan kontribusi mang oded sbg wakil walikota.

Apalagi dulu kang emil sempat menganggap mang oded sebagai guru yang sangat dihormati.

Apakah karena sekarang kang emil banyak digadang2 oleh partai2 besar dan memuncaki survey pra pilkada jabar lantas bersikap tidak etis dan tidak menghormati wakilnya selama ini?

Mudah2an kang emil segera menyadari kesalahannya ini.

Kosambi City, 16 Maret 2017

Kamis, 22 Mei 2014

PRESS RELEASE DEKLARASI RELAWAN PRO-HATTA KOTA BANDUNG


Bangsa Indonesia sedang memasuki fase yang sangat menentukan dalam 5-10 tahun ke depan. 16 tahun pasca reformasi, Bangsa Indonesia harus menetukan sikap. Masa transisi sudah dilewati dengan baik, dan sekarang waktunya untuk melakukan take off, lepas landas menjadi negara yang kuat. Para founding father, telah melakukan tugas mereka dengan baik. Begitupun tokoh-tokoh bangsa dari sejak orde lama, orde baru, orde reformasi telah berbuat yang terbaik. Bangsa Indonesia harus menemukan momentumnya kembali. Dengan modal yang dimiliki saat ini, 10 besar perekonomian dunia, SDA yang melimpah ruah, SDM yang sedang memasuki masa-masa bonus demografi dan stabilitas keamanan nasional menjadi penentu masa depan Indonesia yang lebih baik.

Dalam memimpin perjuangan menuju negara yang adil dan sejahtera, dibutuhkan pemimpin yang berintegritas, kuat, visioner dan tegas untuk mengambil tanggung jawab ini. Dan kami berkeyakinan bahwa pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa adalah pasangan yang sangat tepat dan mumpuni untuk membawa Indonesia menuju gerbang kesejahteraan. Perpaduan antara pemimpin Militer dan Sipil, Jawa dan luar Jawa, Tegas dan mengayomi adalah perpaduan yang pas yang kami lihat dari pasangan Prabowo-Hatta ini. Jika dulu di masa awal kemerdekaan, bangsa ini memiliki pasangan dwi tunggal Soekarno-Hatta yang sangat fenomenal, maka saat ini Bangsa Indonesia ditawarkan oleh dwi tunggal pasangan Prabowo-Hatta. Ini sebuah anugerah yang sangat besar. Kesempatan ini tidak boleh disia-siakan.

Dengan visi yang diperjuangkan pasangan Prabowo-Hatta ini, yaitu Membangun Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur serta bermartabat. Kemudian dilengkapi dengan misi :
1. Mewujudkan Indonesia yang berdaulat, aman dan damai, bermartabat, demokratis, berperan aktif dalam perdamaian dunia, serta konsisten melaksanakan Pancasila dan UUD 45.
2. Mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, berkerakyatan, dan percaya diri menghadapi globalisasi.
3. Mewujudkan Indonesia yang berkeadilan sosial, dengan sumber daya manusia yang berakhlak berbudaya luhur; berkualitas tinggi: sehat, cerdas, kreatif dan trampil. 

Kami meyakini dengan sepenuh hati, bahwa ini adalah jalan perjuangan bangsa Indonesia untuk menjadi bangsa yang digdaya, maju, sejahtera dan bermartabat.

Maka dari itu, kami Gema Keadilan Kota Bandung dan elemen-elemen pemuda Kota Bandung mendukung penuh pasangan Prabowo-Hatta, siap memenangkan pasangan ini di Kota Bandung dan mendeklarasikan terbentuknya RELAWAN PRO-HATTA Kota Bandung sebagai bentuk partisipasi pemuda dan bakti perjuangan kami untuk bangsa dan negara tercinta Indonesia. Dengan ini, RELAWAN PRO-HATTA Kota Bandung siap memenangkan mutlak pasangan ini di Kota Bandung dengan menghidupkan mesin-mesin dan simpul-simpul pemuda Kota Bandung.

Atas nama bangsa dan pemuda Indonesia, Bismillahirrahmanirrahim. La haula wala quwwata illa billah.

Bandung, 24 Mei 2014
Presidium Relawan Pro-Hatta Kota Bandung
Andri Rusmana, Acep Saepul Millah, Ridwan Nurdin Mufti

Rabu, 21 Mei 2014

Dilema Syiah di Indonesia


                  Syiah adalah salah satu golongan yang sangat tua dalam khazanah dan literatur dunia Islam. Keberadaannya bersinggungan secara intens dengan paham jumhur Ahlussunnah wal Jamaah. Sejarah syiah banyak ditulis dan dipaparkan oleh para ahli dengan berbagai macam versi. Ada versi Syiah, ada pula versi Ahlussunnah. Keberadaan syiah sangat disandarkan pada sosok sahabat mulia, Sayyidina Ali ibn Abi Tahalib Karramallahu wajhah Radiyallahu Anhum. Kata syiah sendiri berasal dari frasa Syiah Ali, atau golongan Ali. Yang pada beberapa interpretasi terbagi dua –versi ahlussunnah- yaitu Syiah Ali generasi awal dan syiah Ali generasi berikutnya.Syiah generasi awal sebagaimana yang dijelaskan dalam buku yang ditulis oleh MUI baru-baru ini, adalah golongan yang setia pada khalifah yang sah saat itu melawan pihak Muawiyah dan hanya bersifat kultural. Sedangkan syiah generasi berikutnya bercorak aqidah dan memiliki doktrin-doktrin tersendiri yang banyak di antaranya bertentangan dengan doktrin muktabar Ahlusssunnah. Syiah Ali generasi pertama tidak ada yang menolak dan membenci 3 khalifah sebelum Ali dan berkeyakinan bahwa Ali lebih utama dan lebih berhak atas kekhalifahan setelah Rasulullah daripada Abu Bakar dan Umar. Bahkan Ali sendiri ketika berkhotbah di Kufah menegaskan Hadits Nabi bahwa “Sebaik-baik Umat Islam setelah Nabi Muhammad SAW adalah Abu Bakar dan Umar ra”[1] Tapi yang dilematis lagi kemudian, bahwa kaum syiah sekarang mereka tidak mengakui hadits yang tidak diriwayatkan oleh selain Ahlul Bait. Ini menjadi kerumitan tersendiri.
                Dalam Buku yang diterbitkan oleh MUI, di sana dijelaskan tentang 5 pokok kesesatan ajaran Syiah, yaitu 1) Penyimpangan paham tentang orisinalitas Alquran. Ulama Syiah Al Mufid dan Baqir Al Majlisi mengatakan bahwa Alquran yang ada saat ini tidak orisinal. Alquran sekarang telah mengalami distorsi, penambahan dan pengurangan. Ini jelas sangat bertentangan dengan Alquran sendiri yang mana Allah menegaskan bahwa Allahlah yang akan dan senantiasa menjaga Alquran. 2) Mengkafirkan Sahabat Abu Bakar dan Umar r.a. Ulama Syiah Ni’matullah al-Jazairi berkata bahwa, “ Abu Bakar dan Umar tidak pernah beriman kepada Rasulullah SAW sampai akhir hayatnya. Hal ini sangat bertentangan dengan Q.S. At Taubah ayat 10 yang menyatakan bahwa orang terdahulu yang pertama masuk Islam (diantaranya Abu Bakar dan Umar) Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridho kepada Allah. Maka apatah mungkin orang yang diridhoi Allah itu tidak beriman/kafir? 3) Mengkafirkan Umat Islam. Ulama Syiah Mirza Muhammad Taqi mengatakan bahwa selain orang Syiah akan masuk neraka selama-lamanya.[2] Yusuf Al Bahrani, ulama syiah yang lain mengatakan bahwa “Seorang mukhalif (yang berbeda paham dengan syiah) itu kafir, tiada baginya keislaman sedikitpun.”Hal ini bertentangan dengan HR Muslim No 111 dan HR Bukhari No 5883 “Jika seseorang mengkafirkan saudaranya, maka sesungguhnya kalimat itu kembali kepada salah satu dari keduanya.” 4) Pelantikan Ali di Ghadir Khum. Dan ini dibantah oleh ulama sahabat, tabiin dan generasi setelahnya. Dan tidak pernah diriwayatkan di dalam kitab-kitab hadits shahih seperti Bukhari dan Muslim. 5) Imam syiah maksum. Padahal tidak ada manusia yang maksum selain para nabi dan Rasul. 6) Nikah Mut’ah. Seluruh ulama empat mazhab telah bersepakat bahwa nikah mut’ah telah diharamkan. Dan itu adalah pemahaman Ahlussunnah waljamaah.
                Syiah di Indonesia telah melebarkan sayap selebar-lebarnya. Salah satu organisasi syiah terbesar, IJABI, mengklaim bahwa mereka memiliki 3 juta anggota yang tersebar di seantero Indonesia dan telah memiliki cabang sampai ke kecamatan. Dikenal ada 5 poros penyebaran syiah di Indonesia, yaitu Jakarta, Yogyakarta, Pekalongan dan Semarang, Bangil dan Pasuruan serta Bandung.[3] Dalam dunia pendidikan, syiah telah banyak mendirikan lembaga-lembaga pendidikan dari SD sampai perguruan tinggi. Tercatat, ratusan Yayasan telah mereka dirikan. DI antara Perguruan Tinggi yang mereka miliki adalah STAI Madina Ilmu Bogor dan ICAS (Islamic College for Advance Studies) di Jakarta. Dibeberapa kampus/PT Islam mereka membuka Pojok Iran (Iranian Corner) yang menyediakan banyak referensi Syiah dan membuka kursus bahasa Arab dan Persia. Selain itu, mereka juga banyak mengirimkan pelajar Indonesia untuk belajar di Universitas-Universitas di Iran, terutama di Qom.
                Dalam dunia pergerakan mahasiswa, saya belum mengetahui ada Pergerakan Mahasiswa Syiah yang established dalam dunia pergerakan. Paling ada juga Permassi, Persaudaraan Mahasiswa Syiah Sunni yang didirikan pada 25 April 2012. Tidak banyak informasi yang saya ketahui tentang organisasi ini. Adapun, dalam dunia pergerakan mahasiswa, syiah lebih banyak melakukan infiltrasi . Mereka masuk dan menyebarkan paham syiah mereka. Ada satu organisasi mahasiswa Islam besar yang sering dimasuki oleh oleh mereka. Adapun di KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) yang mana saya menjadi bagian di dalamnya, insya Allah terbebas dari infiltrasi kaum syiah ini.
                Ada salah satu pengalaman yang ditulis oleh pentolan KAMMI dari Yogyakarta tentang pengalamannya berinteraksi dengan mahsiswa syiah di sana. [4] Beliau menyebutkan ketika ada seorang aktivis muslimah yang berdebat dengan lelaki syiah dengan perjanjian, kalau aktivis muslimah ini kalah debat maka dia harus bersedia dinikahi oleh lelaki syiah tersebut. Alhasil, aktivis muslimah ini kalah berdebat dan dia dinikahi oleh lelaki syiah, dan tentunya dia berganti keyakinan menjadi seorang syiah. Hal ini, dikarenakan, di kalangan syiah, retorika, filsafat, dan mantiq menjadi begitu penting dan menjadi kafaah dasar. Maka tidak heran, banyak bermunculan tokoh-tokoh filsafat dan pemikiran dari kalangan syiah semacam Mulla Shadra, Syariati, dan Khomeini. Dan kita kenal, pentolan Syiah di Indonesia adalah seorang pakar komunikasi.
                Untuk menjaga dan membentengi mahasiswa muslim dari paham syiah ini, maka ada beberapa hal yang harus kita lakukan:
1.       Memahami dengan benar aqidah Ahlussunnah
2.       Memahami ajaran dan strategi penyebaran syiah, dengan mengikuti kajian dan seminar-seminar serta membaca buku Panduan MUI tentang Syiah
3.       Memilih dan memilah organisasi mahasiswa yang aman dan terbebas dari pengaruh paham syiah
4.       Memiliki guru/syaikh yang bisa dijadikan referensi ketika timbul permasalahan-permasalahan yang berhubungan dengan syiah


[1] Lihat Shahih Bukhari juz 5/7, Sunan Abu Dawud, juz 4/228, Sunan Ibnu Majah, juz 1/39.
[2] Lihat Shahifah Al Abrar vol. 1 hal 342
[3] Lihat Tim penulis MUI, Mengenal dan Mewaspadai penyimpangan Syiah, Al Qalam Jakarta, 2013, hlm. 66
[4] www.yusufmaulana.com/2012/09/syiah-dan-yogya-sebuah-memori--pribadi.html?m=1

Memuliakan Anak; Investasi Dunia Akhirat


Setiap orang mendambakan hadirnya anak; baik itu laki-laki ataupun perempuan. Kehadirannya menjadi penyempurna sebuah kehidupan rumah tangga. Tak lengkap rasanya apabila sebuah keluarga tidak dilengkapi dengan keceriaan anak-anak. Ianya menjadi qurrata ayun, penyejuk mata bagi kedua orang tuanya. Tak heran apapun dilakukan oleh suami isteri untuk memiliki seorang anak. Kalau dalam tempo yang agak lama belum juga mendapatkan kehamilan, maka tumbuh kegelisahan. Apapun dilakukan mulai dari tindakan medis ataupun non medis. Kala mereka lahir, membuncahlah kebahagiaan kedua orang tua, meskipun dengan susah payah sang ibu melahirkan dengan taruhan nyawa.
Begitu berharganya keberadaan anak, sehingga setiap orang tua akan melakukan apa saja untuk kebahagiaan dan kesuksesan anak. Kalau perlu, orang tua akan banting tulang; kepala menjadi kaki, kaki menjadi kepala. Berpeluh, memeras keringat untuk anak yang dicintai dan diharapkan akan menjadi kebanggaan orang tuanya kelak. Maka, dalam hal ini Allah telah memperingatkan kepada hamba-Nya untuk menjaga dan mempersiapkan sebaik-baiknya anak mereka sebagai generasi penerus yang kuat, kokoh, tidak lemah. Hal ini sebagaimana tercantum dalam Q.S. Annisa ayat 9: 

وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا
 قَوْلًا سَدِيدًا
 
“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.”

Ayat ini berisi peringatan bagi para orang tua untuk sebisa mungkin menyiapkan anak-anak mereka sebagai generasi penerus yang kuat, tidak lemah dan takut. Hal ini tidak hanya menyangkut masalah materil, tetapi juga immateril berupa akhlak, kecerdasan, dan berbagai macam keahlian dan keterampilan lainnya.
Mengapa anak begitu penting dan berarti bagi orang tua? Dalam hal ini, kita bisa menyebutkan bahwa anak adalah investasi bagi orang tua baik di dunia maupun di akhirat. Betapa tidak, dalam sebuah hadits disebutkan bahwa apabila orang tua yang ditinggal oleh anaknya kemudian dia ridho dan mengucapkan hamdalah serta beristirja’ maka Allah menyuruh kepada malaikat-Nya untuk membuatkan rumah di surga, dengan nama Baitul Hamdi (Rumah Pujian). Pun, ketika sang anak meninggal dalam kandungan ataupun meninggal di saat masih bayi. Kemudian apabila sang anak tumbuh menjadi dewasa, dan kemudian menjadi anak yang sholeh hasil didikan dari orang tuanya, maka ianya akan menjadi investasi yang tiada terputus bagi kedua orang tuanya sampai di akhirat kelak. Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadits riwayat Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi,Nasa’i dan Ahmad:

عَنْ أبِى هُرَيْرَة(ر)أنَّ رَسُول الله .صَ. قَالَ:إذَا مَاتَ الإنسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إلاَّ مِنْ ثَلاَثٍ
صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ اَو عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ, اَووَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُولَهُ(رواه ابو داود)

“Apabila seorang manusia meninggal maka putuslah amalnya, kecuali tiga hal: Sedekah jariyah atau ilmu yang bermanfaat sesudahnya atau anak yang shalih yang mendo’akannya”

Anak yang sholeh yang mendoakan kedua orang tuanya menjadi garansi tidak terputusnya pahala orang tua meskipun mereka sudah tidak bernyawa, meninggalkan dunia. Maka, siapatah orang tua yang tidak menginginkan investasi jangka panjang akhirat seperti ini dengan memiliki anak yang sholeh? Mungkin hanya mereka yang tidak memiliki kewarasan akallah yang tidak menginginkannya. Sedangkan, untuk investasi dunia, sudah jelaslah seorang anak yang sholeh akan berterima kasih dan berbakti kepada kedua orang tuanya dengan segala macam cara. Ia tidak akan membiarkan air mata kedua orang tuanya tertumpah. Jangankan menyakiti secara fisik, hanya sekedar mengucapkan kata “ah”, “uff” dan sejenisnya menjadi sesuatu hal yang sangat tabu.
Tidak ada orang tua yang tidak menyayangi anaknya, kecuali mereka yang tidak memiliki kewarasan akal. Semua orang tua menginginkan anaknya tumbuh sehat, cerdas, pintar dan berhasil. Dalam Islam, ada konsep tambahan untuk anak yang ideal, yaitu sholeh. Bagaimanatah caranya supaya bisa mendidik dan membentuk anak yang sholeh? Berikut diantaranya yang bisa kita lakukan, pertama: Bentuklah dan didiklah anak sholeh 5-10 tahun sebelum ia dilahirkan. Maksudnya, untuk mendidik antak membentuk anak yang sholeh, maka sebuah keharusan, orang tuanya sholeh terlebih dahulu. Seorang anak yang sholeh dan hebat, mesti lahir dari orang tua yang sholeh dan hebat pula. Banyak contoh dan teladan yang telah ditunjukkan oleh generasi sahabat dan salaf ash-shaleh terdahulu. Usmah bin Zaid, panglima Islam termuda di usia 17 tahun, dididik dan ditempa oleh seorang ayah yang sholeh dan mulia, Zaid bin Haritsah. Imam Syafi’i, seorang ulama mujaddid terbesar di zamannya sampai saat ini, lahir dari seorang ayah yang sangat wara’ yang menjaga perutnya dari harta yang haram. Umar bin Abdul Aziz, seorang pemimpin Islam par exellance yang mampu menhadirkan kesejahteraan bagi rakyatnya kala itu, lahir dari nenek buyut yang wara’ dan begitu takut terhadap Allah, Tuhannya. Maka, membentuk atau mendidik anak yang sholeh, mestilah dimulai dari orang tuanya terlebih dahulu, membentuk pribadi-pribadi yang sholeh dan mulia.
Berikutnya, berilah anak nama yang baik yang mencerminkan nilai-nilai luhur dan mulia. Nama yang baik bisa berupa nama Nabi, Sahabat, Ulama, Nama-nama baik dalam Al-Qur’an dan yang lain. Nama adalah sebuah do’a dan harapan. Dengannya, mudah-mudahan sang anak akan termotivasi oleh nama yang baik yang dia punya. Selanjutnya, upaya yang bisa kita maksimakan untuk mendidik anak yang sholeh, adalah dengan cara mendekatkan mereka dengan Al-Qur’an. Cara ini bisa dimulai ketika anak berada dalam kandungan dengan memperdengarkan bacaan ayat Suci Alqur’an terutama yang dibacakan sendiri oleh ayah ataupun ibunya. Dengan upaya mendekatkan Alqur’an sedini mungkin, maka insya Allah nur ilahy akan senantiasa menyertainya. Alqur’an akan menjaganya, ketika mereka menjaga Alqur’an. Maka apabila kita teliti, anak-anak yang begitu dekat dengan Alqur’an maka akan terlihat berbeda dibandingkan anak sebayanya. Ia akan terlihat lebih dewasa dan matang. Perilakunya terjaga dibanding anak-anak yang lain.  Kemudian, berilah pendidikan dan lingkungan yang baik dan tepat. Tentunya peran orang tua sangat besar dan signifikan dalam memberikan pendidikan dan lingkungan yang baik dan tepat. Jangan sampai salah dalam menentukan kedua hal ini. Keduanya sangat berperan besar bagi masa depan anak. Lingkungan dan pendidikan yang salah, akan membentuk generasi anak yang salah pula. Mereka bisa menjadi materialis, hedonis, apatis dan yang lainnya.
Untuk menyempurnakan ikhtiar, berikutnya adalah berikan perlindungan dari pengaruh dan budaya-budaya destruktif dan negatif. Pengaruh-pengaruh destruktif ini bisa berasal dari lingkungan terdekat, televisi, film, internet, bacaan dan teman pergaulan. Salah-salah, anak akan terjerumus ke dalam pola dan perilaku destruktif bertentangan dengan apa yang diinginkan oleh orang tuanya. Sekarang, semakin sering anak-anak yang terlibat perilaku kekerasan, obat-obatan, atau menjadi korban kejahatan seksual sebagaimana yang akhir-akhir ini ramai diberitakan di media.
Sekali lagi, anak adalah investasi jangka panjang dunia akhirat bagi kedua orangtuanya. Maka, memuliakannya adalah sebuah keharusan dan kemestian. Memuliakan anak dengan cara mendidiknya menjadi anak yang sholeh, sebagaimana yang dilakukan oleh Luqman terhadap anak-anaknya. Memuliakannya denga cara memberikan suri tauladan yang baik, sebagaimana yang dilakukan oleh Ibrahim terhadap Ismail dan Ishaq. Memuliakannya dengan cara menyayangi dengan kesungguhan sebagaimana yang diberikan oleh Nabi Ya’qub terhadap anak-anaknya. Memuliakannya dengan cara mengingatkan ketika mereka berbuat kesalahan sebagaimana Nuh terhadap anaknya Kan’an.
Selebihnya, setelah kita maksimal dalam berbuat segalanya, kita serahkan semuanya kepada Allah, agar Ia melindungi buah hati kita, qurrata a’yun. Karena ia pemilik segalanya, termasuk anak-anak kita.